Thursday, 7 May 2020


1.      Pengertian Pembelajaran Efektif
Pembelajaran efektif adalah pembelajaran yang mampu membentuk moralitas peserta didik, dan adat kebiasaany yang terbentuk merupakan suatu perbuatan yang dilakukan dengan berulang-ulang, perbuatan tersebut akan menjadi kebiasaan karena dua faktor, pertama adanya kesukaan hati terhadap suatu pekerjaan, dan kedua menerima kesukaan itu dengan melahirkan suatu perbuatan. Pembelajaran merupakan dua konsep yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Pembelajaran terdiri dari dua kata:
a)    Belajar menunjukkan apa yang dilakukan seseorang sebagai subjek yang menerima pelajaran.
b)    Mengajar menunjukkan apa yang harus dilakukan oleh pengajar.

Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Ini berarti berhasil atau kurang berhasilnya suatu pencapaian tujuan pendidikan sangat tergantung pada proses belajar yang dialami siswa baik ketika siswa berada dilingkungan sekolah maupun dilingkungan rumah atau keluarga sendiri. Belajar adalah membawa perubahan (dalam arti Behavior changers, aktual maupun potensial). Secara kuantitatif (ditinjau dari sudut jumlah) belajar adalah kegiatan pengisian atau pengembangan kemampuan kognitif dengan fakta sebanyakbanyaknya, belajar dalam hal ini dipandang dari sudut banyaknya materi yang dikuasai siswa.

Secara institusional (ditinjau kelembagaan), belajar dipandang sebagai proses pengabsahan terhadap penguasaan siswa atas materi-materi yang telah dipelajari, dimana semakin bagus mutu pengajaran seorang guru maka semakin baik pula hasil belajar siswa. Secara kuantitatif (tinjauan mutu) proses memperoleh arti pahaman serta cara penafsiran dunia disekeliling siswa. Belajar dalam hal ini difokuskan pada tercapainya daya fikir dan tindakan yang berkualitas untuk memecahkan masalahmasalah yang kini dan nanti akan dihadapi siswa.



2.      Komponen-komponen perencanaan pembelajaran
PembelajaransSecara rinci komponen-komponen pembelajaran sebagai berikut:
a.    Tujuan, merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem pembelajaran. Mau dibawa kemana siswa? Apa yang harus dimiliki oleh siswa? Itu semua tergantung pada proses pembelajaran. Secara umum tujuan belajar itu ada tiga jenis.
a)    Untuk mendapatkan pengetahuan
b)    Penanaman konsep dalam keterampilan
c)    Pembentukan sikap

b.    Isi atau meteri pelajaran, merupakan komponen kedua dalam sistem pembelajaran. Materi pelajaran merupakan inti dalam proses pembelajaran. Dalam komponen ini maka penguasaan materi pelajaran oleh guru mutlak diperlakukan. Guru perlu memahami betul isi materi pelajaran yang akan disampaikan, sebab peran dan tugas guru adalah sebagai sumber belajar. Materi pelajaran tersebut biasanya tergambarkan dalam buku teks, sehingga sering terjadi proses pembelajaran adalah menyampaikan materi yang ada dalam buku.

c.    Strategi atau metode adalah komponen yang juga mempunyai fungsi yang sangat menentukan. Keberhasilan pencapaian tujuan sangat ditentukan oleh komponen ini. Bagaimanapun lengkap dan jelasnya komponen lain, tanpa dapat di implementasikan melalui strategi yang tepat, maka komponen-komponen tersebut tidak akan memiliki makna dalam proses pencapaian tujuan.


d.    Alat dan sumber, meskipun sebagai alat bantu, akan tetapi memiliki peran yang tidak kalah pentingnya. Dalam kemajuan teknologi seperti sekarang ini kemungkinan siswa dapat belajar dari mana saja dan kapan saja dengan memanfaatkan hasil-hasil teknologi. Maka, peran dan tugas guru bergeser dari peran sebagai sumber belajar menjadi peran sebagai pengelola sumber belajar.

e.     Evaluasi merupakan komponen terakhir dalam sistem proses pembelajaran. Evaluasi bukan saja berfungsi untuk melihat keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran, tetapi juga berfungsi sebagai umpan balik bagi guru atas kinerjanya dalam pengelolaan pembelajaran. Melalui evaluasi kita dapat melihat kekurangan dalam pemanfaatan berbagai komponen sistem pembelajaran.

3.      Indikator Pembelajaran Yang Efektif
Keefektipan pembelajaran biasanya diukur dengan tingkat pencapaian sibelajar. Ada empat aspek yang dapat dipakai untuk mempreskripsikan keefektipan pembelajaran yaitu:
1. Kecermatan penguasaan prilaku yang dipelajari atau sering disebut dengan tingkat kesalahan 2. Kecepatan untuk kerja
3. Tingkat alih belajar
4. Tingkat retensi dari apa yang dipelajari.

            Yusuf Hadi Miarso mengutip pendapat wotruba and wright, bahwa berdasarkan pengkajiannya atas sejumlah penelitian, mengidentifikasikan tujuh indikator yang menunjukkan pembelajaran yang efektif. Indikator itu adalah:
1. Pengorganisasian kuliah dengan baik
2. Komunikasi secara efektif
3. Penguasaan dan antusiasme dalam mata kuliah
4. Sikap positif terhadap mahasiswa
5. Pemberian ujian dan nilai yang adil
6. Keluwesan dalam pendekatan pengajaran, dan
7. Hasil belajar mahasiswa yang baik.

            Pengorganisasian kuliah dengan baik. Indikator pengorganisasian kuliah dengan baik tercermin dalam:
a. Perumusan tujuan
b. Pemilihan bahan/topik kuliah
c. Kegiatan kelas
d. Penugasan
e. Penilaian
f. Kesiapan dosen untuk mengajar
g. Penugasan waktu kuliah dengan baik.
Pelaksanaan kuliah dengan baik tentunya tidak dilakukan dengan banyak penyimpangan dari Rencana yang telah ditetapkan semula. Pengorganisasian kuliah merupakan wewenang dosen. Oleh karena itu yang dapat menilai apakah kuliah telah diorganisasikan dengan baik adalah para sejawat dalam bidang studi yang bersangkutan, ketua jurusan program studi, dan mahasiswa. Mahasiswa sering kali mempunyai posisi yang terbaik dalam melakukan penilaian, karena mereka dapat membandingkan secara langsung dosen yang satu dengan lainnya. 

DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Sabri.2010. Strategi Belajar Mengajar Micro Teaching. (Jakarta: Quantum Teaching, hlm. 31).
Muhibbin Syah. 2010. Pisikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, hlm. 87).
Sumadi Suryabrata. 2002. Psikologi Pendidikan. (Jakarta: Raja Grafindo Persada, hlm. 230-232).
Wina Sanjaya. 2010.  Kurikulum dan Pembelajaran. (Jakarta: Pranada Media Group, hlm. 204-206).



A.Pengayaan
 Pengayaan adalah suatu kegiatan yang diberikan kepada siswa kelompok cepat agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal dengan memanfaatkan sisa waktu yang dimilikinya. Kegiatan pengayaan lebih bersifat fleksibel dibandingkan dengan kegiatan remedial.
B.      Tujuan Pembelajaran Pengayaan
a.       Tidak membahas materi pelajaran baru.
b.       Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperdalam penguasaan materi.
c.       Tercapai tingkat perkembangan siswa yang optimal terkait dengan tugas belajarnya.
d.      Memanfaatkan kelebihan waktu bagi siswa yang cepat untuk hal-hal yang positif.
e.        Agar siswa yang tergolong cepat tidak dirugikan karena harus menunggu temannya yang lambat belajar.
f.       Siswa yang cepat tidak mengganggu siswa yang lambat karena kelebihan waktu.

3.      Prinsip-Prinsip Pembelajaran Pengayaan
Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam mengonsep pembelajaran pengayaan menurut Khatena (1992): 

1. Inovasi 
Guru perlu menyesuaikan program yang diterapkannya dengan kekhasan peserta didik, karakteristik kelas serta lingkungan hidup dan budaya peserta didik. 

2. Kegiatan yang memperkaya 
Dalam menyusun materi dan mendisain pembelajaran pengayaan, kembangkan dengan kegiatan yang menyenangkan, membangkitkan minat, merangsang pertanyaan, dan sumber-sumber yang bervariasi dan memperkaya. 

3. Merencanakan metodologi yang luas dan metode yang lebih bervariasi 
Misalnya dengan memberikan project, pengembangan minat dan aktivitas-akitivitas menggugah (playful). Menerapkan informasi terbaru, hasil-hasil penelitian atau kemajuan program-program pendidikan terkini. 

4C.  Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan

Macam-Macam Program Pembelajaran Pengayaan:

1. Kegiatan Ekploratori
Kegiatan ekploratori yang disajikan guru untuk siswa bersifat umum. Sajian ini dapat berupa peristiwa sejarah, penemuan, praktikum, tokoh, dan sebagainya yang tidak termuat dalam kurikulum.

2. Keterampilan Proses
Keterampilan proses diajarkan sesuai keperluan siswa agar mereka berhasil melakukan pendalaman dan investigasi terhadap materi. Keterampilan proses ini biasanya dalam bentuk pembelajaran mandiri.

3. Pemecahan Masalah
Pemecahan masalah diberikan kepada siswa dengan kemampuan belajar lebih tinggi. Pemecahan masalah ini berupa pemecahan masalah nyata dengan menggunakan pendekatan penelitian ilmiah.

Bentuk-Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan:
1. Belajar mandiri akan tetapi siswa akan belajar sendiri.
2. Belajar kelompok, berarti siswa berkelompok dan diberikan materi yang sama untuk dipelajari pada waktu yang sama pula.
3. Pembelajaran berbasis tema, berarti siswa mempelajari hubungan antar berbagai materi atau  disiplin ilmu yang telah dipadukan dalam sebuah tema sesuai kurikulum.
4. Pemadatan kurikulum, berarti siswa mempelajari materi atau kompetensi yang belum diketahuinya.

Daftar Pustaka:
Kurniawan, Endang dkk. 2016.  Pemanfaatan Dan Pelaporan Hasil Penilaian. Jakarta: Direktorat Jenderal GurudanTenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Panduan Teknis Pembelajaran Remedial dan Pengayaan di Sekolah Dasar. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


KEGIATAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN   
A. Prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran remedial sesuai dengan sifatnya sebagai pelayanan khusus antara lain:
1.    Adaptif
    Pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan peserta didik untuk belajar sesuai dengan daya tangkap, kesempatan, dan gaya belajar masing-masing.
2.  Interaktif
    Pembelajaran remedial hendaknya melibatkan keaktifan guru untuk secara intensif berinteraksi dengan peserta didik dan selalu memberikan monitoring dan pengawasan agar mengetahui kemajuan belajar peserta didik.
3.  Fleksibilitas dalam metode pembelajaran dan penilaian
    Pembelajaran remedial perlu menggunakan berbagai metode pembelajaran dan metode penilaian yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
4.  Pemberian umpan balik sesegera mungkin
    Umpan balik berupa informasi yang diberikan kepada peserta didik mengenai kemajuan belajarnya perlu diberikan sesegera mungkin agar dapat menghindari kekeliruan belajar yang  berlarut-larut.
5.  Pelayanan sepanjang waktu
   Pembelajaran remedial dilakukan secara berkesinambungan dan harus selalu tesedia programnya agar setiap saat peserta didik dapat mengaksesnya sesuai dengan keperluannya masing-masing.

B.     Metode Remedial Teaching
Metode yang digunakan dalam pengajaran perbaikan yaitu metode yang dilaksanakan dalam keseluruhan kegiatan bimbingan belajar mulai dari tingkat identifikasi kasus sampai dengan tindak lanjut.
1.      Tanya Jawab
Metode ini digunakan dalam rangka pengenalan kasus untuk mengetahui jenis dan sifat kesulitannya. Tanya jawab dapat dilakukan secara individual maupun kelompok.
Dalam rangka perbaikan serangkaian tanya jawab  dapat membantu siswa dalam :
a.       Memahami dirinya
b.      Mengetahui kelebihan atau kekurangannya
c.    Memperbaiki cara belajar
Kebaikan metode ini dalam rangka pengajaran perbaikan yaitu memungkinkan terbinanya hubungan guru siswa:
a.       Meningkatkan motivasi belajar
b.      Merupakan kondisi yang menunjang pelaksanaan penyuluhan menumbuhkan harga diri

2.      Diskusi
Metode ini digunakan dengan memanfaatkan interaksi antar individu dan kelompok.
Kebaikan metode ini dalam rangka pengajaran perbaikan antara lain:
a.Setiap individu dalam kelompok dapat mengenal diri dan kesulitannya serta menemukan jalan pemecahannya.
b.Interaksi dalam kelompok menumbuhkan sikap saling percaya
       c.Mengembangkan kerjasama antar individu  
d.Menumbuhkan rasa percaya diri
e.Menumbuhksn rasa tanggung jawab
3. Metode tugas
Metode ini dapat digunakan untuk mengenal kasus dan pemberian bantuan.
C.    Prosedur Remedial Teaching
Pelaksanaan remedial teaching merupakan salah satu bentuk bimbingan belajar yang dapat dilaksanakan melalui prosedur sebagai berikut:
1.      Penelaah kasus kembali dan permasalahannya.
Meneliti kasus dengan permasalahannya sebagai titik tolak kegiatan-kegiatan berikutnya. Tujuan penelitian kembali kasus adalah agar memperoleh gambaran yang jelas mengenai permasalahan tersebut, serta cara dan kemungkinan pemecahannya.
D. Kesimpulan
Dalam rangka pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi dan pembelajaran tuntas, peserta didik yang gagal mencapai tingkat pencapaian kompetensi yang telah ditentukan perlu diberikan pembelajaran remedial (perbaikan). Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemberian pembelajaran remedial antara lain adaptif, interaktif, fleksibel, pemberian umpan balik, dan ketersediaan program sepanjang waktu. Setelah diketahui kesulitan belajarnya, peserta didik diberikan pembelajaran remedial. Banyak teknik dapat digunakan, misalnya pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda, penyederhanaan materi, pemanfaatan tutor sebaya, dan sebagainya.

Saturday, 25 April 2020

A. Kegiatan Pembelajaran Remedial
Kata remedial berasal dari bahasa Inggris yang artinya menyembuhkan, membetulkan. Ini berarti bahwa pembelajaran remedial adalah pembelajaran yang bersifat menyembuhkan sehingga menjadi baik atau sembuh dari masalah pembelajaran yang dirasa sulit. Menurut Natawija dalam bukunya Pengajaran Remedial, mengemukakan bahwa dilihat dari arti katanya remedial berarti bersifat menyembuhkan/ membetulkan atau membuat menjadi baik.
Menurut Nafsiah Ibrahim dan Partino dalam bukunya Pengantar Diagnostik Kesulitan Belajar dan Pengajaran Remedial, pembelajaran remedial perlu diadakan bila telah diketahui terlebih dahulu apa dan bagaimana kesulitan belajar yang dialami peserta didik, pengajaran remedial merupakan bentuk khusus pengajaran yang meliputi cara mengajar, cara belajar, materi pelajaran, metode mengajar, cara belajar, materi pelajaran, fasilitas dan lingkungan yang ikut mempengaruhi proses belajar tersebut.
Syamsudin dalam Ishak dan Warji menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kegiatan perbaikan adalah segala usaha yang dilakukan untuk memahami dan menetapkan jenis, sifat kesulitan belajar, faktor-faktor penyebanya serta cara mendapatkan kemungkinan mengatasinya, baik secara kuratif (penyembuhan) maupun secara preventif (pencegahan) berdasarkan data informasi yang seobjektif mungkin. 

B.      Tujuan, Fungsi Dan Prinsip Pengajaran Remedial
1.         Tujuan pengajaran remedial
Tujuan pengajaran remedial sebenar nya tidak berbeda dengan tujuan pengajaran pada umumnya, yaitu agar murid dapat mencapai prestasi belajar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Secara khusus pengajaran remedial bertujuan agar murid yang mengalami kesulitan belajar dapat mencapai prestasi belajar yang diharapkan melaui proses penyembuhan atau perbaikan, baik segi proses belajar mengajar maupun kepribadian murid.
   Tujuan pengajaran remedial secara terinci adalah agar murid dapat:
a.    Memahami dirinya, khususnya yang menyangkut prestasi belajar meliputi segi kekuatan, kelemahan, jenis dan sifat kesulitan.
b.    Memperbaiki cara-cara belajar kearah yang lebih baik sesuai dengan kesulitan yang dihadapi.
c.    Memilih materi dan fasilitas belajar secara tepat untuk mengatasi kesulitan belajarnya.
d.   Mengembangkan sikap-sikap dan kebiasaan baru yang dapat mendorong tercapainya hasil belajar yang baik.
e.    Mengatasi hambatan-hambatan belajar yang menjadi latar belakang kesulitannya.
2.         Fungsi Pengajaran Remedial
Berdasarkan pengertian sebagaimana telah dikemukakan di atas, jelas bahwa pengajaran remedial mempunyai fungsi yang amat penting dalam keseluruhan proses belajar mengajar.
   Adapun beberapa fungsi pengajaran remedial tersebut adalah:
a.    Fungsi korektif
b.    Fungsi penyesuaian
c.    Fungsi pemahaman
d.   Fungsi pengayaan
e.    Fungsi terapeutik
f.     Fungsi akselerasi
Beberapa fungsi pengajaran remedial tersebut di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:
a.    Fungsi korektif
Pengajaran remedial mempunyai korektif, artinya melaui pengajaran remedial dapat di adakan pembentukan atau perbaikan terhadap sesuatu yang dianggap masih belum mencapai apa yang diharapkan dalam keseluruhan proses belajar mengajar. Hal-hal yang diperbaiki atau dibetulkan melalui pengajaran remedial antara lain:
1)   Perumusan tujuan
2)   Penggunaan metode mengajar
3)   Cara-cara belajar
4)   Evaluasi
5)   Segi-segi pribadi murid
Dengan perbaikan terhadap hal-hal tersebut di atas, maka prestasi belajar murid beserta factor-faktor yang mempengaruhi dapat diperbaiki.


b.    Fungsi penyesuaian
Yang dimaksud fungsi penyesuaian adalah agar dapat membantu murid untuk menyesuaikan dirinya terhadap tuntutan kegiatan belajar. Murid dapat belajar sesuai dengan keadaan dan kemampuan pribadinya sehingga mempunyai peluang besar untuk memperolah prestasi belajar yang lebih baik. Tuntutan belajar yang diberikan murid telah disesuaikan dengan sifat jenis dan latar belakan kesulitannya sehingga murid diharapkan lebih terdorong untuk belajar.
c.    Fungsi pemahaman
Fungsi pemahaman adalah agar pengajaran remedial memungkinkan guru, murid dan pihak-pihak lain dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap pribadi murid. Demikian pula murid diharapkan dapat lebih memahami dirinya dan segala asfeknya. Begitu pula guru dan pihak-pihak lainnya dapat lebih memahami akan keadaan pribadi murid.
d.   Fungsi pengayaan
Fungsi pengayaan dimaksud agar pengajaran remedial dapat memperkaya proses belajar mengajar. Bahan pelajaran yang tidak disampaikan dalam pengajaran regular, dapat diperoleh melalui pengajaran remedial pengayaan lain adalah dalam segi metode dan alat yang dipergunakan dalam pengajaran remedial. Dengan demikian diharapkan hasil yang diperoleh murid dapat lebih banyak, lebih luas dan lebih dalam sehingga hasil belajarnya lebih kaya.
e.    Fungsi terapeutik
Dengan pengajaran remedial secara langsung atau tidak langsung dapat menyembuhkan atau memperbaiki kondisi-kondisi kepribadian murid yang diperkirakan menunjukan adanya penyimpangan. Penyembuhan kondisi kepribadian dapat menunjang pencapaian prestasi belajar, demikian pada sebaliknya.


f.     Fungsi akselerasi
Fungsi akselerasi adalah agar pengajaran remedial dapat mempercepat proses belajar baik dalam arti waktu maupun materi. Misalnya: murid yang tergolong lambat dalam belajar, dapat dibantu lebih cepat proses belajarnya melaui pengajaran remedial.