Saturday, 21 March 2020

Keterampilan Dasar Mengajar

A   Pengertian Keterampilan Dasar Mengajar
  
   Istilah mengajar sering disatukan dengan belajar, sehingga sudah menjadi satu kalimat majemuk “kegiatan belajar mengajar” (KBM), proses belajar mengajar (PBM) dan untuk menyebutkan kedua istilah tersebut, saat ini disatukan dengan “pembelajaran”. Dengan demikian jika disebut “pembelajaran” itu berarti menunjukkan proses kegiatan yang melibatkan unsur belajar dan mengajar.

  Mengajar (teaching) memiliki banyak pengertian, mulai dari pengertian yang sudah lama (tradisional) sampai pada pengertian yang terbaru (kontemporer). Secara deskriptif mengajar diartikan sebagai proses menyampaikan informasi atau pengetahuan dari guru, dosen, instruktur kepada siswa. Merujuk pada pengertian mengajar tersebut, inti dari mengajar adalah proses menyampaikan (transfer) atau memindahkan. Memang dalam mengajar ada unsur menyampaikan atau transfer dari guru, dosen, instruktur kepada siswa. Akan tetapi pengertian memindahkan tersebut bukanseperti seorang memindahkan air minum dari satu cangkir ke cangkir yang lain. Air yang dipindahkan dari satu cangkir ke cangkir yang lain volumenya akan tetap sama bahkan karena mungkin terjadi proses penguapan,maka volume air yang dipindahkan itu akan semakin berkurang (menyusut) dari keadaan sebelumnya. Oleh karena itu mengajar yang diartikan proses menyampaikan (transfer), maknanya adalah “menyebarluaskan atau memperkaya” pengalaman belajar siswa sehingga dapat mengembangkan potensi siswa secara maksimal.
Keterampilan dasar mengajar (teaching skill) adalah kemampuan atau keterampilan yang khusus yang harus dimiliki oleh guru, dosen, instruktur agar dapat melaksanakan tugas mengajar secara efektif, efisien dan professional. Dengan demikan keterampilan dasar mengajar berkenaan dengan beberapa kemampuan atau keterampilan yang bersifat mendasar dengan beberapa kemampuan atau keterampilan yang bersifat mendasar dan melekat harus dimiliki dan diaktualisasikan oleh setiap guru, dosen, atau instruktur dalam melaksanakan tugasnya.

     Keterampilan Dasar Mengajar merupakan hal yang perlu dimiliki oleh guru dari semua bidang studi. Jika dipertimbangkan bahwa bidang-bidang studi yang bermacam-macam mempunyai ciri-ciri pengajaran yang khas, keterampilan mengajar untuk bidang-bidang studi khusus perlu dikembangkan. Perkembangan dunia pendidikan menggunakan media dan teknologi saat ini menyebabkan kekhasan ciri pengajaran dari masing-masing studi makin tampak, dan perbedaannya dengan pengajaran bidang studi lain makin nyata.

  Dalam kegiatan mengajar, begitu banyak hal yang harus diperhitungkan oleh guru misalnya:
1.         Keadaan siswa.
2.         Tujuan yang akan dicapai.
3.         Sifat materi yang akan menjadi bahan ajar.
4.         Keadaan sarana.

    Mengajar termasuk kegiatan yang kompleks, karena melibatkan kemampuan guru/mahasiswa calon guru untuk menguasai materi, teknik pengelolaan PBM, Pengelolaan waktu, Pengendalian disiplin, Pelayanan terhadap perbedaan kemampuan siswa, Sikap terhadap profesi, Sikap terhadap siswa.

     Menurut UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, terutama Pasal 1 guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Sementara itu, tenaga pendidik adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat Dengan munculnya UU ini guru/dosen sudah diakui sebagai tenaga professional setara dengan profesi lain. Yang dimaksud profesional di sini adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

B.     Ketrampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

 1.      Ketrampilan Membuka Pelajaran
Membuka pelajaran adalah usaha yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan pra kondisi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada pengalaman belajar yang disajikan sehingga akan mudah mencapai kompetensi yang diharapkan. Dengan kata lain, membuka pelajaran itu adalah mempersiapkan mental dan perhatian siswa agar siswa terpusat pada hal-hal yang akan dipelajari. Secara khusus tujuan membuka pelajaran adalah:
a.       Menarik perhatian siswa, yang dapat dilakukan dengan:
·         Meyakinkan siswa bahwa materi atau pengalaman belajar yang akan dilakukan berguna untuk dirinya.
·         Melakukan hal-hal yang dianggap aneh bagi siswa misalnya dengan menggunakan alat bantu.
·         Melakukan interaksi yang menyenangkan.
b.      Menumbuhkan motivasi belajar siswa, yang dapat dilakukan dengan:
·         Membangun suasana akrab sehingga siswa merasa dekat, misalnya menyapa dan berkomunikasi secara kekeluargaan.
·         Menimbulkan rasa ingin tahu, misalnya mengajak siswa untuk mempelajari suatu kasus yang sedang hangat dibicarakan.
·         Mengkaitkan materi atau pengalaman belajar yang akan dilakukan dengan kebutuhan siswa.
c.       Memberikan acuan atau rambu-rambu tentang pembelajaran yang akan dilakukan, dapat dilakukan dengan:
·      Mengemukakan tujuan yang akan dicapai serta tugas-tugas yang harus dilakukan dalam hubungannya dengan pencapaian tujuan.
·      Menjelaskan langkah-langkah atau tahapan pembelajaran, sehingga siswa memahami apa yang harus dilakukan.
·      Menjelaskan target atau kemampuan yang harus dimiliki setelah pembelajaran berlangsung.

2.      Ketrampilan Menutup Pelajaran

   Menutup pelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan guru untuk mengakhiri pelajaran dengan maksud untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa serta keterkaitannya dengan pengalaman sebelumnya, mengetahui  tingkat keberhasilan siswa, serta keberhasilan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran. 

  Menutup pelajaran dapat dilakukan dengan cara:
a. Merangkum atau membuat garis-garis besar persoalan  yang baru dibahas, sehingga siswa memperoleh gambaran yang menyeluruh dan jelas tentang pokok-pokok persoalan.
b Memusatkan perhatian terhadap hal-hal pokok agar informasi yang telah diterima dapat membangkitkan minat untuk mempelajari lebih lanjut.
c. Mengorganisasikan kegiatan yang telah dilakukan untuk membentuk pemahaman baru tentang materi yang telah dipelajarinya.
d. Memberikan tindak lanjut serta saran-saran untuk memperluas wawasan yang berhubungan dengan materi pelajaran yang telah dibahas.

3. Tujuan Membuka dan Menutup Pelajaran

a. Menimbulkan perhatian dan motivasi siswa terhadap tugas-tugas yang akan dihadapi.
b. Memungkinkan siswa mengetahui batas-batas tugasnya yang akan dikerjakan.
c. Siswa dapat mengetahui pendekatan-pendekatan yang akan digunakan dalam mempelajari bagian-bagian pelajaran.
d. Memungkinkan siswa mengetahui hubungan antara pengalaman-pengalaman yang dikuasai dengan hal-hal baru yang akan dipelajari.

C.    Ketrampilan Memberi Penguatan

   Penguatan (reinforcement) adalah segala bentuk respons, apakah bersifat verbal ataupun nonverbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadapa tingkah laku siswa, yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik (feedback) bagi siswa atas perbuatannya sebagai suatu tindak dorongan ataupun koreksi, atau penguatan adalah respons terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Tindakan tersebut dimaksudkan untuk mengganjar atau membesarkan hati siswa agar mereka lebih giat berpartisipasi dalam interaksi belajar mengajar.

   Tujuan Pemberian Penguatan adalah Meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran, Merangsang dan meningkatkan motivasi belajar, Meningkatkan kegiatan belajar dan membina tingkah laku siswa yang produktif. Dalam memberikan penguatan harus diperhatikan prinsip-prinsipnya yaitu Kehangatan dan keantusiasan, Kebermaknaan, Hindari respon negatif, Penguatan harus bervariasi, Sasaran penguatan harus jelas, Penguatan harus diberikan segera setelah perilaku yang diharapkan muncul.

     Jenis-jenis penguatan, yaitu Penguatan verbal, Penguatan gestural, Penguatan cara mendekati, Penguatan sambutan, Penguatan dengan memberikan kegiatan yang menyenangkan, dan Penguatan berupa benda.

1. Ketrampilan Bertanya
Guru perlu menguasai keterampilan bertanya karenaguru cenderung mendominasi kelas dengan ceramah,siswa belum terbiasa mengajukan pertanyaan,siswa harus dilibatkan secara mental-intelektual secara maksimal, danadanya anggapan bahwa pertanyaan hanya berfungsi untuk menguji pemahaman siswa.Pertanyaan yang baik mempunyai berbagai fungsi antara lain:
1. Mendorong siswa untuk berpikir
2. Meningkatkan keterlibatan siswa
3. Merangsang siswa untuk mengajukan pertanyaan
4. Mendiagnosis kelemahan siswa
5. Memusatkan perhatian siswa pada satu masalah, dan
6. Membantu siswa mengungkapkan pendapat dengan bahasa yang baik.
Keterampilan bertanya dasar terdiri atas komponen-komponen:
·   Pengajuan pertanyaan secara jelas dan singkat
·   Pemberian acuan
·   Pemusatan
·   Pemindahan giliran,
·   Penyebaran
·   Pemberian waktu berpikir, dan
·   Pemberian tuntunan
Keterampilan bertanya lanjut terdiri dari komponen:
·   Pengubahan tuntutan kognitif dalam menjawab pertanyaan
·   Pengaturan urutan pertanyaan
·   Penggunaan pertanyaan pelacak, dan
·   Peningkatan terjadinya interaksi.

E.     Ketrampilan Menjelaskan
Keterampilan menjelaskan sangat penting bagi guru karena sebagian besar percakapan guru yang mempunyai pengaruh terhadap pemahaman siswa adalah berupa penjelasan. Penguasaan keterampilan menjelaskan yang didemonstrasikan guru akan memungkinkan siswa memiliki pemahaman yang mantap tentang masalah yang dijelaskan, serta meningkatnya keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Komponen keterampilan menjelaskan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu:
1. Merencanakan materi penjelasan yang mencakup
a.Menganalisis masalah
b.Menentukan hubungan, serta
c. Menggunakan hukum, rumus, dan generalisasi yang sesuai.
2.Menyajikan penjelasan, yang mencakup:
a. Kejelasan, yaitu keterampilan yang erat kaitannya dengan penggunaan bahasa lisan
b. Penggunaan contoh dan ilustrasi, yang bisa dilakukan dengan pola induktif atau deduktif,
c. Pemberian tekanan yang dapat dilakukan dengan berbagai variasi gaya mengajar, dan membuat struktur sajian
Penjelasan dapat diberikan pada awal, tengah, dan akhir pelajaran, dengan selalu memperhatikan karakteristik siswa yang diberi penjelasan serta materi/ masalah yang dijelaskan.
Prinsip-prinsip menjelaskan dibagi atas:
1) Penjelasan harus disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik
2) Penjelasan harus diselingi tanya jawab 
3) Materi penjelasan harus dikuasai secara baik oleh guru 
4) Penjelasan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran 
5) Materi penjelasan harus bermanfaat dan bermakna bagi peserta didik 
6) Dapat menjelaskan harus disertai dengan contoh-contoh yang kongkrit dan dihubungkan dengan kehidupan 
Aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam menjelaskan
a) Bahasa yang digunakan dalam menjelaskan harus sederhana, terang dan jelas 
b) Bahan yang akan diterangkan dipersiapkan dan dikuasai terlebih dahulu 
c) Pokok-pokok yang diterangkan harus disimpulkan 
d) Dalam menjelaskan serta dengan contoh dan ilustrasi 
e) Adakan pengecekan terhadap tingkat pemahaman peserta didik melalui pertanyaan-pertanyaan
F.      Keterampilan Mengadakan Variasi
Variasi adalah keanekaan yang membuat sesuatu tidak monoton. Variasi di dalam kegiatan pembelajaran dapat menghilangkan kebosanan, meningkatkan minat dan keingintahuan siswa, melayani gaya belajar siswa yang beragam, serta meningkatkan kadar keaktifan siswa. Komponen keterampilan mengadakan variasi dibagi menjadi 3 kelompok sebagai berikut:
·           Variasi dalam gaya mengajar yang meliputi variasi suara, pemusatan perhatian, kesenyapan, pergantian posisi guru, kontak pandang serta gerakan badan dan mimik.
·           Variasi pola interaksi dan kegiatan.
·           Variasi penggunaan alat bantu pengajaran yang meliputi alat/bahan yang dapat didengar, dilihat, dan dimanipulasi.
Dalam mengadakan variasi, guru perlu mengingat prinsip-prinsip penggunaannya yang meliputi kesesuaian, kewajaran, kelancaran dan kesinambungan, serta perencanaan bagi alat/bahan yang memerlukan penataan khsusus.

G.    Ketrampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok kecil adalah suatu proses yang teratur dalam melibatkan sekelompok siswa dalam interaksi  tatap muka kooperatif yang optimal dengan tujuan berbagai informasi atau pengalaman, mengambil keputusan atau memecahkan suatu masalah. Beberapa Hal Agar Diskusi Berjaalan dengan Baik, yaitu:
a.         Diskusi hendaknya berlangsung dalam iklim yang bebas dan penuh dengan keterbukaan, kehangatan hubungan antar pribadi, keantusiasan berpartisipasi, kesediaan menerima dan menghargai pendapat orang lain.
b.         Perencanaan yang matang akan mempertinggi efektivitas diskusi, perencanaan meliputi:
·         Pemilihan topik atau masalah.
·         Perencanaan dan penyiapan bahan-bahan pengait.
·         Menyiapan diri sebaik-baiknya sebagai pimpinan diskusi.
·         Penetapan besarnya kelompok.
·         Pengaturan tempat duduk yang menyenangkan
1.      Komponen Ketrampilan
a.       Pemusatan perhatian.
Selama diskusi berlangsung, guru harus dapat memusatkan perhatian siswa. Pemusatan perhatian dapat dilakukan dengan cara:
1)      Merumuskan tujuan atau topik diskusi.
2)      Menyatakan masalah-masalah yang spesifik dan menegaskan kembali bila terjadi penyimpangan.
3)      Menandai dengan cermat pembicaraan yang tidak relevan yang akan menyimpang dari tujuan diskusi.
4)      Membuat rangkuman sementara atau tradisional sebelum melanjutkan kepada masalah berikutnya.
b.      Memperlancar permasalahan.
Permasalahan dapat diperjelas dengan cara:
1)      Merangkum ide-ide siswa.
2)      Melacak komentar siswa.
3)      Menguraikan dan memperluas pandangan siswa dengan cara memberikan informasi tambahan.
c.       Menganalisis pandangan siswa.
Analisis pandangan siswa berkaitan erat dengan usaha guru memperjelas permasalahan. Maksudnya agar kelompok tetap berada dalam suasana partisipasi dan konstruktif.
d.      Menyebarkan kesempatan berpartisipasi.
Partisipasi semua anggota kelompok sangat penting. Untuk itu diperlukan kemampuan guru meningkatkannya. Beberapa usaha yang dapat dilakukan oleh guru antara lain:
1) Memberikan pertanyaan langsung kepada siswa yang kurang berpartisipasi.
2 Mencegah kegaduhan, menghindarkan pembicaraan serentak.
3) Mencegah secara bijaksana siswa yang suka memonopoli pembicaraan.
4) Mendorong siswa untuk memberi komentar terhadap pendapat teman.
e.    Menutup diskusi.
Ketrampilan menutup diskusi dapat diidentifikasikan sebagai:
1) Membuat rangkuman secara jelas dan singkat tentang butir-butir yang penting.
2) Memberitahukan langkah tindak lanjut hasil diskusi Dan mengajak siswa menilai hasil dan proses diskusi.


DAFTAR PUSTAKA

Hasibuan dan Moedjiono. 2010. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rodaskarya.
Sanjaya, Wina. 2005. Pembelajaran dan Implementasinya. Jakarta: Prenada Media.
Usma, Uzar.2009.Menjadi Guru Profesional.Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offest.
Bahri, Djamarah Syaiful.2010.Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif.Jakarta: PT.Rineka Cipta
Sumantri, Mulyani.2001.Strategi Belajar Mengajar. Bandung:CV. Maulana

Hakikat Media Pembelajaran

A.  Hakikat,Fungsi, dan Peranan Media Pembelajaran
1.    Hakikat media pembelajaran
Kegiatan belajar mengajar di kelas merupakan suatu dunia komunikasi tersendiri dimana guru dan siswa bertukar pikiran untuk mengembangkan ide dan pengertian. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses pembelajaran.
 Pembelajaran merupakan suatu sistem atau proses membelajarkan subjek didik/pembelajar yang direncanakan atau didesain, dilaksanakan, dan dievaluasi secara sistematis agar subjek didik/pembelajar dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
Menurut  Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Buku, film, kaset, film bingkai adalah contoh-contohnya.
Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran merupakan proses komunikasi. Sedangkan proses komunikasi terdiri dari guru, bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa, dan tujuan pembelajaran.
2.    Fungsi media pembelajaran
Levie & Lentz, mengemukakan empat fungsi media pengajaran, khususnya media visual, yaitu:
a.    Fungsi atensi, media visual meruapakan media inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. Dengan demikian, kemungkinan untuk memperoleh dan mengingat isi pelajaran semakin besar.
b.    Fungsi afektif, media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar. Gambar atau lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa, misalnya informasi yang menyangkut masalah sosial atau ras.
c.    Fungsi kognitif, media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
d.   Fungsi kompensatoris, media pengajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali.
 Dengan kata lain, media pengajaran berfungsi untuk mengakomodasi siswa yang lemah dan lambat menerima dan  memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal.
B.  Jenis dan karakteristik media pembelajaran
1.      Jenis media pembelajaran
Media yang telah dikenal dewasa ini tidak hanya terdiri dari dua jenis, tetapi sudah lebih dari itu. Klasifikasinya bisa dilihat dari jenisnya, daya liputnya, dan dari bahan serta cara pembuatannya. Semua ini akan dijelaskan pada pembahasan berikut.
 1) Dilihat dari jenisnya, media dibagi ke dalam.
a)      Media auditif, media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio, cassette recorder, piringan hitam.
b)       Media visual, media yang hanya mengandalkan indra penglihatan. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti film strip (film rangkai), slides (film bingkai) foto, gambar atau lukisan, dan cetakan. Ada pula gambar visual yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti film bisu, dan film kartun.
c)      Media audiovisual, media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua.
2) Dilihat dari daya liputnya, media dibagi dalam:
a)    Media dengan daya liput luas dan serentak. Penggunaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah anak didik yang banyak dalam waktu yang sama. Contohnya: radio dan televisi.
b)   Media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat. Media ini dalam penggunaannya membutuhkan ruang dan tempat yang khusus seperti film, sound slide, film rangkai, yang harus menggunakan tempat yang tertutup dan gelap.
c)    Media untuk pengajaran individual. Media ini penggunaannya hanya untuk seorang diri, termasuk media ini adalah modul berprogram dan pengajaran melalui computer

3) Dilihat dari bahan pembuatannya, media dibagi dalam:
a)    Media sederhana. Media ini bahan dasarnya mudah diperoleh dan harganya murah, cara pembuatannya mudah dan penggunaannya tidak sulit.
b)   Media kompleks. Media ini adalah media yang bahan dan alat pembuatannya sulit diperoleh serta mahal harganya, sulit membuatnya, dan penggunannya memerlukan keterampilan yang memadai.
2.      Karakteristik media pembelajaran
Karakteristik Media Visual Karakteristik media visual meliputi:
1)      Pesan visual
Ada 5 jenis yang termasuk pesan visual, yaitu:
a)      Gambar Gambar secara garis besar dapat dibagi pada tiga jenis yaitu, sketsa, lukisan dan photo. Pertama, sketsa atau bisa disebut juga sebagai gambar garis (stick figure). Kedua, lukisan merupakan hasil representasi simbolik dan artistik seseorang tentang suatu objek atau situasi. Ketiga, photo yakni gambar hasil pemotretan atau photografi.
b)      Grafik Grafik adalah gambar yang sederhana yang banyak sedikitnya merupakan penggambaran data kuantitatif yang akurat dalam bentuk yang menarik dan mudah dimengerti.
c)      Diagram Sebuah diagram merupakan susunan garis-garis dan lebih menyerupai peta daripada gambar.
d)     Bagan Bagan hampir sama dengan diagram. Bedanya, bagan lebih menekankan kepad asuatu perkembangan atau suatu proses atau susunan suatu organisasi Peta Peta adalah gambar permukaan bumi atau sebagian daripadanya. Secara langsung atau tidak langsung peta mengungkapkan sangat banyak informasi seperti lokasi suatu daerah, luasnya, bentuknya, penyebaran penduduknya, daratan, perairan, iklim, sumber ekonomi, serta hubungan satu dengan yang lain.
C.  Pemilihan penggunaan, perawatan, media pembelajaran sederhana
1.      Pemilihan media pembelajaran
Kegiatan pemilihan media pembelajaran merupakan bagian tak terpisahkan dari keseluruhan proses penggunaan media pembelajaran. Jika salah memilih media pembelajaran maka akan berpengaruh pada keberhasilan dalam melaksanakan proses pembelajaran. Memilih media harus selalu dikaitkan dengan kompetensi atau tujuan pembelajaran yang akan dicapai, sifat-sifat bahan ajar yang akan disampaikan, strategi pembelajaran yang akan digunakan, dan sistem evaluasinya. Media pembelajaran sangat banyak ragamnya dan setiap media memiliki kelemahan dan kelebihan, tidak ada media pembelajaran yang paling baik yang dapat digunakan untuk segala situasi dan kondisi.
Terdapat 3 hal yang perlu dijadikan pertimbangan dalam pemilihan media pembelajaran, yaitu
1)   Tujuan pemilihan pembelajaran
Memilih media yang akan digunakan harus berdasarkan maksud dan tujuan pemilihan yang jelas. Apakah digunakan untuk kegiatan pembelajaran atau pemberian informasi yang sifatnya umum atau sekedar hiburan saja ? jika digunakan untuk kegiatan pembelajaran, apakah untuk pembelajaran yang sifatnya individual atau kelompok tujuan pemilihan sangat berkaitan dengan kemampuan dalam menguasai berbagai jenis media pembelajaran berserta karakteristiknya.
2)   Karakteristik media pembelajaran
Setiap media pembelajaran memiliki karakteristik tetentu, dilihat dari segi ke andalanya, cara pembuatannya, maupun cara penggunaanya. Pemahaman terhadap karakterisitik berbagai media pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang perlu dimiliki dalam kaitannya dengan pemilihan media pembelajaran ini. Selain itu, kemampuan ini memberikan kemungkinan untuk menggunakan berbagai jenis media pembelajaran secara variasi. Apabila kurang memahami karakteristik tersebut maka akan dihadapkan pada kesulitan-kesulitan dan cenderung spekulatif.
3)   Alternatif media pembelajaran yang dapat dipilih
Memilih media pada dasarnya merupakan proses menganbil atau menentukan keputusan dari berbagai pilihan yang ada. Supaya media pembelajaran yang dipilih itu tepat, selain harus mempertimbangkan ketiga hal tersebut, perhatikan pula beberapa faktor berikut :
a.       Rencana pembelajaran
b.       Sasaran belajar
c.       Tingkat keterbacaan media
d.      Situasi dan kondisi
e.       Objektivitas
2.      Penggunaan media pembelajaran
Media pembelajaran yang telah dipilih agar dapat digunakan secara efektif dan efisien perlu menempuh langkah-langkah secara sistematis. Ada tiga langkah yang pokok yang dapat dilakukan yaitu persiapan, pelaksanaan/penyajian, dan tindak lanjut.
1.  Persiapan
Persiapan maksudnya kegiatan dari seorang tenaga pengajar yang akan mengajar dengan menggunakan media pembelajaran. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan tenaga pengajar pada langkah  persiapan diantaranya:
a)      membuat rencana pelaksanaan pembelajaran/perkuliahan sebagaimana bila akan mengajar seperti biasanya. Dalam rencana pelaksanaan pembelajaran/perkuliahan cantumkan media yang akan digunakan.
b)       mempelajari buku petunjuk atau bahan penyerta  yang telah disediakan,
c)       menyiapkan dan mengatur peralatan yang akan digunakan agar dalam pelaksanaannya nanti tidak terburu-buru dan mencari-cari lagi serta peserta didik dapat melihat dan mendengar dengan baik.
2.  Pelaksanaan/Penyajian
Tenaga Pengajar pada saat melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran perlu mempertimbangkan seperti:
a)      Yakinkan bahwa semua media dan peralatan telah lengkap dan siap untuk digunakan.
b)      Jelaskan tujuan yang akan dicapai,
c)      Jelaskan lebih dahulu apa yang harus dilakukan oleh peserta didik selama proses pembelajaran,
d)     Hindari kejadian-kejadian yang sekiranya dapat mengganggu perhatian/konsentrasi, dan ketenangan  peserta didik.
3. Tindak lanjut
Kegiatan ini perlu dilakukan untuk memantapkan pemahaman peserta didik tentang materi yang dibahas dengan menggunakan media. Disamping itu kegiatan ini dimaksudkan untuk mengukur efektivitas pembelajaran yang telah dilakukannya. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya diskusi, eksperimen, observasi,  latihan dan tes.


3.      Perawatan media pembelajaran
Agar media pembelajaran yang telah dibuat dapat terpelihara dengan baik dan digunakan berkali-kali dalam waktu relatif lama maka perlu pemeliharan dan perawatan. Berikut cara praktif dalam memelihara dan merawat media pembelajaran sederhana tanpa harus mengeluarkan biaya banyak tanpa biaya sedikitpun, antara lain :
a.       Media grafis, seperti bagan, diagram, grafik, poster, dan kartun yang dibuat dengan ukuran besar, diberi bingkai pada bagian atas dan bawah. Cara menyimpananya tidak digulung atau dilipat supaya media tersebut tidak rusak.
b.      Dalam upaya pemeliharan dan kepraktisan dalam penggunaan media grafis diupayakan dengan pembuatan papan penyajian, bisa berupa papan planel, papan bulletin, papan tikar.
c.       Apabila pihak sekolah memiliki dana yang memadai sebaiknya disediakan ruang untuk penyimpanan berbagai media pembelajaran, baik yang dibuat guru maupun hasil membeli dari toko sehingga media tersebut awet, tahan lama, dan terpelihara dengan baik. Ruangan tersebut bisa juga berfungsi sebgai pusat media atau pusat sumber belajar pada tingkat sekolah. Media pembelajaran tersebut digunakan apabila tujuan dan materi pelajaran menuntut menggunakan media pembelajaran tersebut.  
    
D.  Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar

1.      Mengatasi kebosanan dalam belajar
Belajar dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar akan meredakan kebosanan siswa. Mereka akan berhadapan dengan lingkungan dinamis yang berbeda dengan lingkungan kelas yang sempit dan terbatas.
2.      Memberikan suasana belajar yang unik bagi siswa
Variasi belajar antara dalam dan di luar kelas akan memberikan suasana yang unik dan mengasyikkan bagi siswa.Ini akan meningkatkan gairah dan motivasi belajar siswa untuk memperdalammateripelajaran.
3.      Kesempatan untuk menerapkan teori
Tidak banyak yang dapat dilakukan di ruang kelas yang sempit jika fasilitas dan sumber belajar tidak memadai selain mencatat berbagai teori-teori disiplin ilmu. Dengan memanfaatkan lingkungan, siswa dapat menguji teori yang diperolehnya dengan mempraktikkan langsung di lingkungannya secara nyata.

4.      Siswa dapat belajar mandiri
Belajar di luar kelas sesungguhnya memberi kesempatan kepada siswa  untuk mandiri. Mereka tidak akan banyak tergantung kepada guru untuk menggali ilmu pengetahuan di lingkungannya. Jika anak mandiri maka tugas guru tidak akan semakin berat.

5.Memperluas wawasan berfikir siswa
Memanfaatkan lingkungan sekitarnya sebagai sumber belajar akan memperluas wawasan berfikir siswa tentang alam, sosial dan lingkungan sesungguhnya.

6.Meningkatkan prestasi belajar
Prestasi belajar siswa akan dapat ditingkatkan secara optimal bila memanfaatkan sumber belajar yang mendukung, termasuk lingkungan alam, sosial dan budaya.