A. Definisi Keterampilan Dasar MengajarMenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, keterampilan merupakan kecakapan untuk menyelesaikan tugas. Sedangkan mengajar adalah melatih. DeQueliy dan Gazali mendefinisikan mengajar adalah menanamkan pengetahuan pada seseorang dengan cara paling singkat dan tepat. Definisi yang modern di Negara-negara yang sudah maju bahwa “teaching is the guidance of learning”, mengajar adalah bimbingan kepada siswa dalam proses belajar.Alvin W.Howard berpendapat bahwa mengajar adalah suatu aktivitas untuk mencoba menolong, membimbing seseorang untuk mendapatkan, mengubah atau mengembangkan skill, attitude, ideals (cita-cita), appreciations (penghargaan) .
B. Macam-Macam Ketrampilan Dasar MengajarMenurut Turney terdapat 8 keterampilan mengajar/membelajarkan yang sangat berperan dan menentukan kualitas pembelajaran, diantaranya:1. Keterampilan BertanyaBertanya merupakan suatu unsur yang selalu ada dalam proses komunikasi, termasuk dalam komunikasi pembelajaran. Keterampilan bertanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam rangka meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, yang sekaligus merupakan bagian dari keberhasilan dalam pengelolaan instruksional dan pengelolaan kelas.Melalui keterampilan bertanya guru mampu mendeteksi hambatan proses berpikir di kalangan siswa dan sekaligus dapat memperbaiki dan meningkatkan proses belajar di kalangan siswa. Dengan demikian, guru dapat mengembangkan pengelolaan kelas dan sekaligus pengelolaan instruksional menjadi lebih efektif. Selanjutnya dengan kemampuan mendengarkan guna dapat menarik simpati dan empati di kalangan siswa sehingga kepercayaan siswa terhadap guru meningkat yang pada akhirnya kualitas proses pembelajaran dapat lebih di tingkatkan.
a. Macam-macam Keterampilan BertanyaKeterampilan bertanya dibedakan menjadi 2 yaitu:1) Keterampilan bertanya dasar : mempunyai beberapa komponen yang perlu diterapkan dalam mengajukan segala jenis pertanyaan. Keterampilan bertanya dasar terdiri atas 7 komponen. Ketujuh komponen-komponen itu ialah sebagai berikut:a) Pengajuan pertanyaan secara jelas dan singkat. Hal ini bertujuan agar pertanyaan yang diberikan guru mudah dipahami oleh siswa.b) Pemberian acuan, acuan dapat diberikan pada awal pertanyaan maupun sewaktu-waktu saat guru akan memberikan pertanyaan. Acuan tersebut berupa informasi yang perlu diketahui siswa. Hal ini bertujuan sebagai pedoman bagi siswa dalam menjawab pertanyaan.c) Pemusatan, yaitu memfokuskan perhatian siswa agar terpusat pada inti masalah tertentu sesuai dengan pertanyaan.d) Pemindahan giliran, siswa pertama memberikan jawaban, kemudian guru meminta siswa kedua melengkapi jawaban siswa pertama, lalu siswa ketiga dan seterusnya. Hal ini dapat mendorong siswa untuk selalu memperhatikan jawaban yang diberikan temannya serta meningkatkan interaksi antarsiswa.e) Penyebaran, berarti menyebarkan giliran untuk menjawab pertanyaan yang diajukan guru. Guru menunjukkan pertanyaan kepada seluruh siswa kemudian menyebarkan pertanyaan secara acak sehingga semua siswa siap untuk mendapat giliran.f) Pemberian waktu berpikir, guru mengajukan pertanyaan kemudian menunggu beberapa saat untuk siswa berpikir bar kemudian meminta atau menunjuk siswa untuk menjawab pertanyaan.g) Pemberian tuntunan, agar siswa yang tidak bisa menjawab atau siswa yang bisa menjawab namun tidak sesuai dengan apa yang diharapkan setelah memperoleh tuntunan dari guru siswa tersebut akan mampu memberikan jawaban yang diharapkan.2) Ketrampilan bertanya lanjut : lanjutan dari bertanya dasar yang mengutamakan usaha pengembangan kemampuan berfikir siswa. Komponen keterampilan bertanya lanjut terdiri dari:a) Pengubahan tuntutan kognitif dalam menjawab pertanyaan, guru diharapkan memberikan pertanyaan yang bersifat pemahaman, aplikasi (penerapan), alalisis dan sintesis, evaluasi, dan kreasi. Pertanyaan yang bersifat ingatan hendaknya dibatasi sesuai dengan sifat materi dan karakteristik siswa.b) Pengaturan urutan pertanyaan, agar kemampuan berpikir siswa dapat berkembang secara baik dan wajar. Pertanyaan pada tingkat tertentu hendaknya dimantapkan, kemudian beralih ke tingkat pertanyaan yang lebih tinggi. Hal itu dikarenakan agar tidak membingungkan siswa dan tidak menghambat perkembangan kemampuan berpikir siswa.c) Penggunaan pertanyaan pelacak, hal ini bertujuan agar guru dapat membimbing siswa untuk mengembangkan jawabannya.d) Peningkatan terjadinya interaksi, merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan keterlibatan mental intelektual siswa secara maksimal.
b. Tujuan-tujuan dalam memberikan pertanyaan1) Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu pokok bahasan.2) Memusatkan perhatian siswa terhadap suatu pokok bahasan atau konsep.3) Mendiagnosis kesulitan-kesulitan khusus yang menghambat siswa belajar.4) Mengembangkan cara belajar siswa aktif.5) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengasimilasikan informasi.6) Mendorong siswa mengemukakannya dalam bidang diskusi.7) Menguji dan mengukur hasil belajar siswa.8) Untuk mengetahui keberhasilan guru dalam mengajar.
c. Prinsip Penggunaan Keterampilan BertanyaDalam menerapkan keterampilan bertanya, guru hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip penggunaan atau hal-hal yang mempengaruhi keefektifan pertanyaan sebagai berikut:
1) Kehangatan dan keantusiasanPertanyaan hendaknya diajukan dengan penuh keantusiasan dan kehangatan karena hal ini akan mempengaruhi kesungguhan siswa dalam menjawab pertanyaan.2) Menghindari kebiasaan-kebiasaan berikut:a) Mengulangi pertanyaan sendiriMengulangi pertanyaan sendiri akan membuat siswa tidak memperhatikan pertanyaan pertama sehingga menurunkan perhatian dan partisipasi siswa.b) Mengulangi jawaban siswaMengulangi jawaban siswa yang bertujuan untuk memberikan penguatan sangat baik dilakukan oleh guru. Namun, jika guru terbiasa mengulangi jawaban siswa maka siswa lain tidak akan mendengarkan jawaban temannya karena jawabannya akan diulangi oleh guru.c) Menjawab pertanyaan sendiriGuru cenderung menjawab sendiri pertanyaannya kalau siswa tidak ada yang memberikan jawaban. Kebiasaan ini tidak baik karena dapat membuat siswa frustasi dan malas berpikird) Mengajukan pertanyaan yang memancing jawaban serentakSebagai satu selingan, guru kadang-kadang mengajukan pertanyaan yang memancing jawaban serentak sehingga kelas menjadi hidup. Namun, kalau hal ini dibiasakan maka akan menurunkan fungsi pertanyaan karena guru tidak tahu siapa yang menjawab dan siswa malas berpikir karena guru tidak meminta jawaban perorangan. Untuk menghindari kebiasaan ini, guru hendaknya menyusun pertanyaan secara baik dengan tingkat kesukaran yang sesuai sehingga siswa tidak mungkin menjawabnya secara serentak.e) Mengajukan pertanyaan gandaPertanyaan yang diberikan oleh guru secara ganda dapat menyebabkan siswa menjadi frustasi karena banyaknya pertanyaan dan pertanyaan-pertanyaan itu dijadikan menjadi satu pertanyaan. Guru hendaknya memecah pertanyaan menjadi beberapa pertanyaan sehingga siswa yang kurang mampu berpikir dapat memikirkan jawaban dengan tenang dan tidak menjadi frustasi.f) Menentukan siswa yang akan menjawab pertanyaanGuru kadang-kadang cenderung menunjuk siswa tertentu untuk menjawab pertanyaan yang akan diajukannya. Hal ini sebaiknya dihindari karena dapat membuat siswa lain tidak memperhatikan pertanyaan guru. Sebaiknya guru mengajukan pertanyakan ke seluruh siswa, menunggu sejenak, kemudian baru menunjuk siswa tertentu untuk menjawabnya.3) Memberikan waktu berpikirPada pertanyaan tingkat lanjut, waktu berpikir yang dberikan hendaknya lebih lama dari waktu berpikir yang diberikan ketika menerapkan keterampilan bertanya dasar. Hal ini sangat perlu diperhatikan karena siswa memerlukan waktu yang cukup untuk berpikir dan menyusun jawabannya.4) Mempersiapkan pertanyaan pokok yang akan diajukanPertanyaan-pertanyaan pokok yang akan diajukan oleh guru hendaknya disiapkan secara cermat sehingga urutan tingkat kesukaran pertanyaan dapat disusun lebih dahulu dan materi pelajaran dapat dicakup secara tuntas.5) Menilai pertanyaan yang telah diajukanPertanyaan-pertanyaan pokok hendaknya dinilai oleh guru setelah pelajaran berlangsung sehingga ketepatan jumlah pertanyaan, tingkat kesukaran, kualitas pertanyaan dalam mengembangkan kemampuan berpikir, dan cakupan materinya dapat diketahui dengan jelas.Dengan memperhatikan prinsip-prinsip penggunaan keterampilan bertanya tersebut, diharap guru akan mampu mengembangkan kemampuan berpikir siswa serta meningkatkan keterlibatan mental intelektual siswa melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya.
2. Ketrampilan Memberikan PenguatanPenguatan (reinforcement) adalah segala bentuk respons, apakah bersifat verbal ataupun non verbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang bertujuan memberikan informasi atau umpan balik (feed back) bagi si penerima atas perbuatannya sebagai suatu dorongan atau koreksi. Penguatan juga merupakan respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut.
a. Tujuan Pemberian PenguatanPenguatan mempunyai pengaruh yang berupa sikap positif terhadap proses belajar siswa dan bertujuan sebagai berikut:a. Meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran.b. Merangsang dan meningkatkan motivasi belajar.c. Meningkatkan kegiatan belajar dan membina tingkah laku siswa yang produktif.
b. Jenis-jenis Penguatan1) Penguatan verbalPenguatan verbal biasanya diungkapkan dengan menggunakan kata-kata pujian, penghargaan, persetujuan dan sebagainya.2) Penguatan nonverbalPenguatan nonverbal terdiri dari penguatan gerak isyarat, penguatan pendekatan, penguatan dengan sentuhan (contact), penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan, penguatan berupa simbol atau benda dan penguatan tak penuh (partial).
c. Prinsip Penggunaan PenguatanPenggunaan penguatan secara efektif harus memperhatikan tiga hal, yaitu1) Kehangatan dan keantusiasanPenguatan yang diberikan guru haruslah disertai dengan kehangatan dan keantusiasan. Kehangatan dan keantusiasan dapat ditunjukkan dengan berbagai cara, misalnya dengan muka/wajah berseri disertai senyuman, suara yang riang penuh dengan perhatian atau sikap yang memberi kesan bahwa penguatan yang diberikan memang sungguh-sungguh. Sebaliknya, penguatan yang diberikan dengan suara lesu, sikap acuh tak acuh, wajah yang murung, tidak akan ada dampak positif bagi siswa, bahkan hanya akan menimbulkan kesan negatif bagi siswa.2) KebermaknaanPenguatan yang diberikan guru haruslah bermakna bagi siswa. Artinya, siswa memang merasa terdorong untuk meningkatkan penampilannya.3) Menghindari penggunaan respons yang negatif.Respons negatif seperti kata-kata kasar, cercaan, hinaa, hukuman atau ejekan dari guru merupakan senjata ampuh yang dapat menghancurkan iklim kelas yang kondusif dan kepribadian siswa sendiri. Oleh karena itu, guru hendaknya menghindari segala jenis respons negatif tersebut.
3. Ketrampilan Mengadakan VariasiVariasi adalah keanekaan yang membuat sesuatu tidak monoton. Variasi stimulus adalah suatu kegiatan guru dalam konteks proses interaksi belajar mengajar yang di tujukan untuk mengatasi kebosanan siswa sehingga, dalam situasi belajar mengajar, siswa senantiasa menunjukkan ketekunan, serta penuh partisipasi.
a. Komponen mengadakan variasiVariasi dalam kegiatan belajar mengajar dimaksudkan sebagai proses perubahan dalam pengajaran, yang dapat di kelompokkan ke dalam tiga kelompok atau komponen, yaitu :1) Variasi dalam cara mengajar guru, meliputi : penggunaan variasi suara (teacher voice), Pemusatan perhatian siswa (focusing), kesenyapan atau kebisuan guru (teacher silence), mengadakan kontak pandang dan gerak (eye contact and movement), gerakan badan mimik: variasi dalam ekspresi wajah guru, dan pergantian posisi guru dalam kelas dan gerak guru (teachers movement).2) Variasi dalam penggunaan media dan alat pengajaran. Media dan alat pengajaran bila ditunjau dari indera yang digunakan dapat digolongkan ke dalam tiga bagian, yakni dapat didengar, dilihat, dan diraba. Adapun variasi penggunaan alat antara lain adalah sebagai berikut :a) Variasi alat atau bahan yang dapat dilihat (visual aids). Contohnya: gambar-gambar, diagram, grafik, papan, buletin, slide presentasi, ukiran, peta, globe dan semua alat yang dapat dilihat oleh manusia.b) Variasi alat atau bahan yang dapat didengart (auditif aids). Contohnya: rekaman suara binatang, rekaman pidato, rekaman nyanyian, rekaman kuis atau ujian listenning, radio, dll.c) Variasi alat atau bahan yang dapat diraba (motorik), dan variasi alat atau bahan yang dapat didengar, dilihat dan diraba (audio visual aids). Contohnya: biji-bijian, binatang kecil yang hidup, patung, alat mainan, alat-alat laboratorium, globe, dll.3) Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa. Pola interaksi guru dengan murid dalam kegiatan belajar mengajar sangat beraneka ragam coraknya. Penggunaan variasi pola interaksi dimaksudkan agar tidak menimbulkan kebosanan, kejemuan, serta untuk menghidupkan suasana kelas demi keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan.
b. Tujuan dan Manfaat mengadakan Variasi1) Untuk menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa kepada aspek-aspek belajar mengajar yang relevan.2) Untuk memberikan kesempatan bagi berkembangnya bakat ingin mengetahui dan menyelidiki pada siswa tentang hal-hal yang baru.3) Untuk memupuk tingkah laku yang positif terhadap guru dan sekolah dengan berbagai cara mengajar yang lebih hidup dan lingkungan belajar yang lebih baik.4) Guna member kesempatan kepada siswa untuk memperoleh cara menerima pelajaran yang disenanginya.
c. Prinsip Penggunaan mengadakan variasi1) Variasi hendaknya digunakan dengan suatu maksud tertentu yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai.2) Variasi harus digunakan secara lancer dan berkesinambungan sehingga tidak akan merusak perhatian siswa dan tidak mengganggu pelajaran.3) Direncanakan secara baik, dan secara eksplisit dicantumkan dalam rencana pelajaran atau satuan pelajaran.
4. Ketrampilan MenjelaskanMenjelaskan adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasikan secara sistematik yang bertujuan untuk menunjukkan hubungan, antara sebab akibat, yang diketahui dan yang belum diketahui.Dari segi etimologis, kata menjelaskan mengandung makna “membuat sesuatu menjadi jelas”. Dalam kegiatan terkandung makna pengkajian makna secara sistematis sehingga yang menerima penjelasan memiliki gambaran yang jelas tentang hubungan informasi yang satu dengan informasi lainnya. Misal hubungan informasi baru dengan lama, hubungan sebab akibat, hubungan antara teori dan praktik, atau hubungan antara dalil-dalil dengan contoh.
a. Tujuan keterampilan menjelaskanKegiatan menjelaskan mempunyai beberapa tujuan. Tujuan-tujuan tersebut antara lain ialah:1) Membantu siswa memahami berbagai konsep, hukum, dalil, dan sebagainya secara objektif dan bernalar.2) Membimbing siswa menjawab pertanyaan “mengapa” yang muncul dalam proses pembelajaran.3) Meningkatkan keterlibatan siswa dalam memecahkan berbagai masalah melalui cara berpikir yang lebih sistematis.4) Mendapatkan balikan dari siswa tentang tingkat pemahamannya terhadap konsep yang dijelaskan dan untuk mengatasi salah pengertian.5) Memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati proses penalaran dalam penyelesaian ketidakpastian.
Sementara itu, penguasaan keterampilan menjelaskan akan memungkinkan guru untuk:1) Meningkatkan efektivitas pembicaraan di kelas sehingga benar-benar merupakan penjelasan yang bermakna bagi siswa.2) Memperkirakan tingkat pemahaman siswa terhadap penjelasan yang diberikan.3) Membantu siswa menggali pengetahuan dari berbagai sumber.4) Mengatasi kekurangan berbagai sumber belajar.5) Menggunakan waktu secara efektif.b. Komponen-Komponen Keterampilan MenjelaskanKeterampilan memberi penjelasan dapat dikelompokkan menjadi dua bagian besar, yaitu:1) Keterampilan merencanakan penjelasanMerencanakan isi pesan (materi) pembelajaran, merupakan tahap awal dalam proses menjelaskan. Di dalamnya mencakup:a) Menganalisis masalah yang akan dijelaskan secara keseluruhan termasuk unsur-unsur yang terkait.
b) Menetapkan jenis hubungan antara unsur-unsur yang berkaitan tersebut.
c) Menelaah hukum, rumus, prinsip atau generalisasi yang mungkin dapat digunakan dalam menjelaskan masalah yang ditentukan.d) Menganalisis karakteristik penerimaan pesan, agar guru mampu mengetahui apakah siswanya sudah paham tentang materi yang dijelaskan atau masih belum paham.2) Keterampilan menyajikan penjelasanHal-hal yang perlu diperhatikan dalam keterampilan menyajikan penjelasan:a) Kejelasan ucapan dalam berbicara, sangat menentukan kualitas suatu penjelasan.b) Penggunaan contoh dan ilustrasi, agar penjelasan akan lebih menarik dan mudah dipahami.c) Pemberian tekanan, agar siswa lebih menangkap inti permasalahan yang djelaskan.d) Balikan, untuk memeriksa pemahaman siswa dengan cara mengajukan pertanyaan atau ekspresi wajah siswa setelah mendengarkan penjelasan guru.c. Prinsip Penggunaan Keterampilan MenjelaskanDalam memberikan penjelasan, guru perlu memperhatikan hal-hal seperti di bawah ini:1) Memperhatikan kaitan antara yang menjelaskan (guru) dengan yang mendengarkan (siswa) dan bahan yang djelaskan (materi).2) Penjelasan dapat diberikan pada awal, tengah, dan akhir pelajaran, tergantung dari munculnya kebutuhan akan penjelasan.3) Penjelasan yang diberikan harus bermakna dan sesuai dengan tujuan pelajaran.4) Penjelasan dapat disajikan sesuai dengan rencana guru atau bila kebutuhan akan suatu penjelasan muncul dari siswa.
A. Kesimpulan1. Keterampilan dasar mengajar merupakan suatu keterampilan yang harus dikuasai oleh semua guru, baik guru SD, SMP, SMA maupun dosen di PT. Jadi guru haruslah menguasai semua ketrampilan dasar mengajar . karena semua ketrampilan itu saling berhubungan. Jika seorang guru hanya terampil dalam satu atau dua saja ketrampilan dasar mengajar hasil dari kegiatan belajar mengajar tidak akan maksimal. Selain itu dengan terampil dalam mengajar akan berdampak baik pada semuanya bukan hanya siswa saja tetapi juga akan berdamapak baik kepada guru itu sendiri.