Saturday, 25 April 2020

  Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
Membuka pelajaran (set induction) ialah usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan prakondusi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar. Adapun tujuan membuka pelajaran antara lain, yaitu :
1)      Menarik perhatian siswa
2)      Menumbuhkan motivasi belajar siswa
3)      Memberikan acuan atau rambu-rambu tentang pembelajaran yang akan dilakukan.
Sedangkan menutup pelajaran (closure) ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri pelajaran atau kegiatan belajar mengajar.  Tujuan kegiatan menutup pelajaran yaitu untuk memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai hasil belajar yang telah dikuasainya. Kegiatan-kegiatan dalam menutup pelajaran misalnya : Merangkum atau membuat garis besar permasalahan yang dibahas, memberikan tindak lanjut, dan lain-lain.
a.         Komponen Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
1)      Membuka Pelajaran
Komponen keterampilan yang dikuasai guru dalam membuka pelajaran  adalah sebagai berikut :
a)   Menarik perhatian siswa
Menarik perhatian siswa dapat dilakukan  dengan berbagai cara antara lain memvariasikan gaya mengajar, mengunakan alat-alat bantu mengajar, dan penggunaan pola interaksi yang bervariasi.
b)   Menimbulkan motivasi
Salah satu tujuan membuka pelajaran adalah membangkitkan motivasi siswa untuk mempelajari atau memasuki topik/kegiatan yang akan di bahas atau dikerjakan,cara memberikan motivasi  ada bermacam-macam cara, diantaranya ialah sikap hangat dan antusias, menimbulkan rasa ingin tahu, mengemukakan ide yang bertentangan,dan memperhatikan minat siswa.
c)   Memberi acuan
Memberi acuan dalam usaha membuka pelajaran bertujuan untuk memberikan gambaran  singkat kepada siswa tentang berbagai topik atau kegiatan yang akan di pelajari siswa. Acuan dapat diberikan dengan berbagai cara seperti: Mengemukakan tujuan dan batas-batas tugas, menyarankan langkah-langkah yang akan dilakukan, mengigatkan masalah pokok, dan mengajukan pertayaan-pertanyaan.
d)  Membuat kaitan
Salah satu aspek yang membuat pelajaran menjadi bermakna adalah jika pelajaran tersebut dikaitkan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa. Dalam hal ini guru berusaha mengaitkan materi baru dengan pengetahuan, pengalaman, minat, serta kebutuhan siswa, misalnya meninjau kembali pemahaman siswa tentang aspek-aspek yang telah diketahui dari materi baru yang akan di jelaskan,memberi kaitan materi baru dengan materi yang sudah diketahui siswa atau apabila konsep yang akan dijelaskan  terlebih dahulu.
2)      Menutup Pelajaran
Kegiatan menutup pelajaran dilakukan  pada setiap akhir penggal kegiatan. Agar kegiatan menutup pelajaran dapat berlangsung secara efektif,guru diharapkan menguasai cara menutup pelajaran sebagai bahan sebagai berikut :
a)   Meninjau kembali (mereview)
Untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap inti pelajaran, pada akhir penggal kegiatan guru hendaknya melakukan peninjauan kembali tentang penguasaan siswa. Hal ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu merangkum dan atau membuat ringkasan inti pelajaran.
b)   Merangkum inti pelajaran
Kegiatan merangkum inti pelajaran pada dasarnya berlangsung selama proses pembelajaran. Misalnya, ketika selesai menjelaskan suatu topik guru meminta siswa merangkum  topik yang telah dibahas.
c)   Membuat ringkasan
Membuat ringkasan merupakan satu cara untuk memantapkan penguasaan siswa terhadap inti pelajaran.
d)  Menilai (mengevaluasi)
Penggal kegiatan atau akhir satu pelajaran dapat ditutup dengan menilai penguasaan siswa tentang pelajaran yang telah dibahas. Penilaian dapat dilakukan dengan cara  berikut: Tanya jawab secara lisan, mendemostrasikan ketrampilan, mengaplikasikan ide baru, menyatakan pendapat tentang masalah yang di bahas, dan memberikan soal-soal tertulis yang dikerjakan oleh siswa secara tertulis.

e)   Memberi tindak lanjut
Agar siswa dapat memantapkan/mengembangkan kemampuan yang baru dipelajari,guru perlu memberikan tindak lanjut yang dapat berupa: Tugas-tugas dapat dikerjakan secar individual, seperti pekerjaan rumah (PR) dan tugas kelompok untuk merancang sesuatu atau memecahkan masalah berdasarkan konsep yang baru dipelajari.
b.        Prinsip-Prinsip Pengunaaan Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
Penerapan ketrampilan membuka dan menutup pelajaran harus mengikuti prinsip tertentu. Tanpa memperhatikan prinsip tersebut, kegiatan membuka dan menutup pelajaran tidak akan berlangsung secara efektif. Prinsip itu adalah:
1)      Bermakna
Harus bermakana artinya harus relevan dengan materi yang akan dibahas dan disesuaikan dengan karakteristik siswa sehingga mampu mencapai tujuan yang diinginkan, seperti menarik perhatian,meningkatkan motivasi, memberi acuan, membuat kaitan, mereview atau menilai.
2)      Berurutan dan Berkesinambungan
Membuka dan menutup pelajaran merupakan bagian yang utuh dari kegiatan pembelajaran, dan bukan merupakan kegiatan yang lepas-lepas dan berdiri itu sendiri. Dalam hal ini guru hendaknya berusaha membuat susunan kegiatan yang tepat, yang  sesuai dengan minat, pengalaman, dan kemampuan siswa, serta jelas kaitanya antara yang dengan yang lain.
6.    Ketrampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan kesimpulan, atau pemecahan masalah. Diskusi kelompok merupakan strategi yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu masalah melalui satu proses yang memberi kesempatan untuk berpikir, berinteraksi sosial, serta berlatih bersikap positif. Dengan demikian diskusi kelompok dapat meningkatkan kreativitas siswa, serta membina kemampuan berkomunikasi termasuk di dalamnya keterampilan berbahasa.
Diskusi kelompok kecil mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1)      Melibatkan kelompok orang yang anggotanya antara 3-9 orang (idealnya 5-9 orang).
2)      Berlangsung dalam interaksi secara bebas (tidak ada tekanan dan paksaan) dan langsung, artinya semua anggota kelompok mendapat kesempatan untuk saling beradu pandang dan saling mendengarkan serta saling berkomunikasi dengan yang lain.
3)      Mempunyai tujuan tertentu yang akan dicapai dengan kerjasama antar anggota kelompok.
4)      Berlangsung menurut proses yang teratur dan sistematis, menuju suatu kesimpulan.
Dengan memperhatikan keempat karakteristik tersebut dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan diskusi kelompok adalah suatu proses pembicaraan yang teratur  yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan tujuan untuk mengambil keputusan atau memecahakan suatu persoalan atau masalah.
a.         Tujuan dan Manfaat Diskusi
Adapun tujuan dan manfaat kegiatan diskusi anatara lain :
1)        Memupuk sikap toleransi yaitu setiap siswa saling menghargai terhadap pendapat yang dikemukakan oleh setiap peserta didik.
2)        Memupuk kehidupan demokrasi yaitu setiap siswa secara bebas dan bertanggung jawab terbiasa mengemukakan pendapat, bertukar fikiran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
3)        Memndorong pembelajaran secara aktif yaitu siswa dalam membahas suatu topik pembelajaran tidak selalu menerima dari guru, akan tetapi melalui kerjasama dalam kelompok diskusi siswa belajar mengembangkan kemmapuan berfikirnya.
4)        Menumbuhkan rasa percaya diri yaitu dengan kebiasaan untuk beragumentasi yang dilakukan antar sesama teman dalam kelompok diskusi, akan mendorong keberanian dan rasa percaya diri mengajukan pendapat maupun mencari solusi pemecahan.
b.        Tahap-Tahap Kegiatan diskusi
1)      Memusatkan perhatian
Selama kegiatan diskusi berlangsung guru senantiasa harus berusaha memusatkan perhatian dan aktivitas pembelajaran siswa pada topik atau permasalahan yang didiskusikan. Dengan demikian apabila terjadi pembicaraan yang menyimpang dari sasaran diskusi, maka pada saat itu pula pimpinan diskusi harus segera meluruskan dan mengingatkan peserta diskusi tentang topik dan sasaran dari diskusi yang sedang dilakukan. Oleh karena itu sebelum dan selama proses diskusi harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a)        Merumuskan tujuan diskusi yaitu rumusan tujuan atau kompetensi secara jelas dan terukur yang harus dimiliki atau dicapai oleh siswa dari kegiatan diskusi yang akan dilakukan.
b)        Menetapkan topik atau permasalahan
Topik yang didiskusikan diusahakan harus menarik minat, menantang dan memerhatikan tingkat perkembangan siswa. Topik masih bisa dirumuskan dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan. Melalui topik yang dirumuskan tersebut dapat mendorong dan menggugah rasa ingin tahu siswa, sehingga siswa akan secara aktif mencari informasi, belajar, dan memecahkannya.
c)        Mengidentifikasi arah pembicaraan yang tidak relevan dan menyimpang dari arah diskusi. Hasil dari identifikasi dapat dijadikan masukan bagi pimpinan diskusi untuk meluruskan pembicaraan, pertanyaan, atau komentar lainnya, sehingga kegiatan diskusi senantiasa terjaga dan terfokus pada masalah diskusi.
d)       Merangkum hasil diskusi
Rangkuman ini tidak hanya dilakukan pada ahir diskusi, tapi selama proses berlangsung hasil pembicaraan yang inti segera dirangkum, sehingga pada ahir diskusi akan dapat menyimpulkannya secara lengkap dan akurat.
2)        Memperjelas masalah atau urunan pendapat
Pada saat diskusi berjalan, kadang-kadang pertanyaan, komentar, pendapat, atau gagasan yang disampaikan peserta diskusi ada kalanya kurang jelas, sehingga jelas mengaburkan pada topik pembahasan kadang-kadang juga menimbulkan ketegangan atau permasalahan baru dalam diskusi. Kejadian ini jangan dibiarkan semakin berkembang, karena akan mengganggu proses dan hasil diskusi itu sendiri.
3)        Menganilisis pandangan siswa
Perbedaan pendapat dalam diskusi adalah sesuatu yang wajar dan sangat mungkin terjadi. Namun yang harus diperhatikan oleh guru atau pimpinan diskusi adalah bagaimana agar perbedaan tersebut menjadi pendorong dan membimbimng setiap anggota kelompok untuk berpartisipasi secara aktif dan konstruktif terpecahkannya masalah yang didiskusikan.
4)        Meningkatkan urunan siswa
5)        Menyebarkan kesempatan berpartisipasi
6)        Menutup diskusi
c.         Keunggulan Diskusi Kelompok Kecil
1)      Kelompok menjadi kaya dengan ide dan informasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
2)      Termotivasi oleh kehadiran teman.
3)      Mengurangi sifat pemalu.
4)      Anak merasa terikat untuk melaksanakan keputusan kelompok.
5)      Meningkatkan pemahaman diri anak.
6)      Melatih sisa untuk berfikir kritis.
7)      Melatih siswa untuk mengemukakan pendapatnya.
8)      Melatih dan mengembangkan jiwa social pada diri siswa.
d.        Kelemahan Diskusi Kelompok Kecil
1)      Waktu belajar lebih panjang.
2)      Dapat terjadi pemborosan waktu.
3)      Anak yang pemalu dan pendiam menjadi kurang agresif.
4)      Dominasi siswa tertentu dalam diskusi.
5)      Tidak dapat mencapai tujuan pembelajaran ketika siswa kurang siap mengikuti kegiatan pembelajaran.
7.    Ketrampilan Mengelola Kelas
Pengelolaan kelas adalah ketrampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar. Dalam melaksanakan ketrampilan mengelola kelas maka perlu diperhatikan komponen ketrampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat prefentif) berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran, dan bersifat represif ketrampilan yang berkaitan dengan respons guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal.[5]
Komponen-komponen keterampilan mengelola kelas adalah sebagai berikut:
a.         Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat preventif). Keterampilan ini berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan kegiatan pembelajaran, sehingga berjalan secara optimal, efisien dan efektif. Keterampilan tersebut meliputi :
1)      Menunjukkan sikap tanggap
2)      Memberi perhatian
3)      Memusatkan perhatian kelompok
4)      Memberikan petunjuk yang jelas
5)      Menegur
6)      Memberi penguatan
b.         Keterampilan yang berhubungam dengan pengembalian kondisi belajar yang optimal. Keterampilan ini berkaitan dengan respon guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan. Dalam hal ini guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal.
8.    Ketrampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan
Secara fisik bentuk pengajaran ini ialah berjumlah terbatas, yaitu berkisar antara 3-8 orang untuk kelompok kecil, dan seorang untuk perseorangan. Pengajaran kelompok kecil dan perseorangan memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap siswa serta terjadinya hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa maupun antara siswa dengan siswa.
Ciri-ciri pengajaran kelompok kecil dan perorangan adalah sebagai berikut :
1)      Terjadi hubungan ( interaksi) yang akrab dan sehat antara guru dan siswa serta siswa dengan  siswa.
2)      Siswa belajar sesuai dengan kecepatan, cara, kemempuan, dan minatnya sendiri.
3)      Siswa mendapat bantuan dari guru sesuai dengan kebutuhannya.
4)      Siswa dilibatkan dalam penentuan cara-cara belajar yang akan ditempuh, materi dan alat yang akan digunakan, dan bahkan tujuan yang ingin dicapai.
5)      Peran guru dalam pengajaran kelompok kecil dan perorangan adalah sebagai berikut :
a)      Organisator kegiatan pembelajaran
b)      Sumber informasi bagi siswa
c)      Pendorong bagi siswa untuk belajar / motivator
d)     Penyedia materi dan kesempatan belajar bagi siswa
e)      Orang yang mendiagnosis kesulitan siswa dan memberibantuan yang sesuai dengan kebutuhannya.
a.         Komponen katerampilan membimbing diskusi kelompok kecil.
1)        Pemusatan perhatian
2)        Memperjelas permasalahan
3)        Menganalisis pandangan peserta didik
4)        Meningkatkan urunan, pikiran psesrta didik
5)        Menyebarkan kesempatan untuk berpartisipasi
6)        Mengadakan pendekatan secara pribadi
7)        Mengorganisasikan kegiatan pembelajaran
8)        Membimbing dan memudahkan belajar
9)        Merencanakan dan melakukan kegiatan pembelajaran
10)    Menutup diskusi
b.         Prinsip-prinsip membimbing diskusi kelompok kecil atau perorangan :
1)      Laksanakan diskusi dalam suasana yang menyenangkan.
2)      Berikan waktu yang cukup untuk merumuskan dan menjawab permasalahan.
3)      Rencanakan diskusi kelompok dengan sistematis.
4)      Bimbinglah dan jadikanlah diri guru sebagai teman dalam diskusi
Berbagai hal yang harus dihindari guru dalam membimbing diskusi kelompok kecil adalah:
1)      Membiarkan peserta didik mengemukakan pendapat yang tidak ada kaitannya dengan topic pembicaraan.
2)      Membiarkan diskusi dikuasai/dimonopoli oleh peserta didik tertentu.
3)      Membiarkan peserta didik tidak aktif.
4)      Melaksanakan diskusi yang tidak sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.
5)      Tidak memberikan kesempatan yang cukup kepada peserta didik untuk memikirkan pemecahan masalah.
6)      Tidak merumuskan hasil diskusi dan tidak membentuk tindak lanjut.
C.      Tujuan dan Manfaat Dari Ketrampilan Dasar Mengajar[6]
1.         Tujuan dari keterampilan dasar mengajar guru yaitu supaya guru atau tenaga pendidik dapat memahami  hakikat keterampilan dasar mengajar yang dapat dipratikkan di dalam kelas, mengidentifikasi jenis-jenis keterampilan dasar mengajar dan terampil menerapkan setiap jenis keterampilan dasar mengajar untuk meningkatkan kuaitas proses dan hasil pembelajaran. Dengan memiliki pemahaman ini seorang guru akan mempunyai persiapan mengajar yang baik dalam menguasai bahan pengajaran, mampu memilih metode yang tepat  serta bisa memberikan  penguasaan kelas yang baik.
2.         Tujuan yang lain yaitu untuk membekali tenaga pendidik beberapa keterampilan dasar mengajar dan pembelajaran. Bagi calon tenaga pendidik hal ini akan memberi pengalaman mengajar yang nyata dan latihan sejumlah keterampilan dasar mengajar secara terpisah, sedangkan bagi calon tenaga pendidik hal ini dapat mengembangkan keterampilan dasar mengajarnya sebelum mereka melaksanakan tugas sebagai tenaga pendidik. Memberikan kemungkinan calon tenaga pendidik untuk mendapatkan bermacam keterampilan dasar mengajar serta memahami kapan dan bagaimana menerapkan dalam program pembelajaran sehingga pada akhir masa kuliah mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi (pengetahuan, keterampilan dan nilai–nilai dasar atau sikap yang direfleksikan dalam berfikir dan bertindak) sebagai calon guru sehingga memiliki pengalaman melakukan pembelajaran dan kesiapan untuk melakukan praktek pendidikan di sekolah/lembaga.
x

1 comment: